Jadi Fundraiser Itu Asyik




Halo guys, apa kabar? Semoga always be good ya, like as me. Okey kali ini aku mau share pengalaman aku menjadi seorang Fundraiser nih, karena ada beberapa adik kelas yang japri dan Tanya-tanya. Apakah aku pernah menjadi seorang Fundraiser atau biasa disebut FR? Sering, bahkan tiga tahun berturut-turut, selain jadi mahasiswa, sampingan aku jadi fundraiser. Nah kali ini aku akan bahas apa sih fundraiser? Bagaimana pekerjaannya? Dan apa benefit yang didapat?
Fundraiser adalah suatu pekerjaan yang menjadi titik tolak keberhasilan suatu organisasi. Gimana ngga gaes? Tidak semua bisa menjadi seorang Fundraiser, tapi jika mau belajar dan dilatih, insyaAllah pasti bisa. Seorang Fundraiser berhubungan langsung dengan publik, bertugas menyampaikan produk-produk yang ditawarkan dan seorang Fundraiser juga menjadi titik tolak dalam menggalang dana.
But, kali ini aku hanya akan membahas seputar “menjadi Fundraiser ZISWAF”. Oiya ZISWAF itu singkatan dari Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf.
Ide menjadi seorang fundraiser ini muncul ketika aku duduk di bangku kuliah  ketika semester 2, ketika itu aku ditawarkan oleh kakak kelas untuk mendaftar menjadi FR. Alhasil, cobalah aku apply dan Alhamdulillah setelah melewati beberapa tahapan yang cukup ketat mulai dari wawancara, training dan lain-lain akhirnya lolos.
Pertama, bingung dan canggung menjadi seorang FR, tapi lama-kelamaan enjoy dan sangat menikmati. Cinta pertamaku menjadi seorang FR ini berawal ketika aku ditempatkan di Summarecon Mal Bekasi oleh salah satu lembaga ZISWAF waktu bulan Ramadhan tahun 2014. Ditempatkan dengan partner salah satu mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah. Daaannnn perjalananku dimulai...
Awalnya pengen nangis jadi FR, gimana ngga? Kita dipaksa untuk menawarkan produk ZISWAF, karena waktu itu kemampuanku berkomunikasi dengan orang lain tidak terlalu bagus. Maka akupun berusaha menawarkan sebisa semampuku, dengan kata-kata ala kadarnya. Tapi lama-kelamaan kata-kata itu tersusun rapi dengan sendirinya. Kedua, kita ditargetkan dengan jumlah tertentu. Ya kalau tidak biasa dengan target tersebut maka seperti menanggung beras 5 kilo di pundak. Every day, Every Second, Every minutes... dan aku terus berfikir keras gimana caranya ya biar sampai target. Akhirnya aku puter otak. Sebar brosur, marketing di medsos, sampai menawarkan ke sanak saudara dan orang terdekat aku sudah lakukan. Hari 10 awal ramadhan, masih lemes nih badan. Belum membuahkan hasil, sampai hari ke 20 Ramadhan ya masih gitu-gitu aja. Dapat donatur “kakap” jarang bet. And thaaaaaaaaan, 10 malam terakhir menjelang akhir bulan Ramadhan. Dimana mal-mal sudah mulai dipadati oleh orang-orang berburu baju lebaran.
Think ! (ada lampu diatas kepala ceritanya). Aku mikir kalau kita sebar brosur sekitar sini-sini aja (sekitar booth) maksudnya. Ya gak akan banyak yang tahu kalau disini tuh, dilantai sekian, dideket ini itu bla-bla ada booth yang menghimpun dana ZISWAF. So, aku ijin ke manajemen mal buat sebar brosur di lobby bawah karena posisinya waktu itu boothnya dilantai 1.
So fast, peningkatan pendapatan “funding” dana merokeeeet... donatur “kakap” justru didapat setelah kita tawarkan. Yang ditargetkan oleh area manajer lewaaat, Alhamdulillah aku dan tim bisa mencapai hingga 200% dan in the next year atas kuasa Allah dapat hadiah magang di Dompet Dhuafa Hong Kong selama sebulan. Coba ! “Nikmat Allah mana lagi yang harus kudustakan?” .
So, buat Fundraiser yang Cuma diem di booth duduk main HP, gabut gak jelas. Jangan harap donatur akan datang ! Realistis ya ! eittss, jangan salah namun konteks dan niat utama yang paling berasa nikmatnya adalah ketika banyak orang yang belum berzakat kemudian berzakat. Edukasi yang sebelumnya orang hanya tau zakat fitrah, sekarang tau zakat maal, bukan zakat “mol” ya (inget salah satu donatur nyeletuk, zakat “mol”, mol disini maksudnya pusat perbelanjaan hehe), zakat profesi, peternakan dan lain-lain.
Jangan lupa jadi FR kudu memperhatikan beberapa hal, diantaranya :
1.     Menjaga penampilan, seorang FR harus tetap menjaga penampilannya, ya karena kita bertugas untuk menawarkan produk-produk didepan publik penampilan kita gak boleh kucel dan  gak enak dipandang mata. Tunjukkan bahwa kita FR profesional ! bahkan waktu itu aku bela-belain pake fantopel berhak biar keliatan lebih eyecatching hahai.
2.    Senyum ya jangan lupa , tetap ramah. Kalau ada donatur yang pertanyaannya agak nyelekit abaikan dan tetap ramah. Contoh : mba emang ada ya zakat penghasilan ? ini mah pinter-pinter ulamanya aja. ( dalam hati pengen jawab, ya emang ulama kan pinter) sambil tersenyum jawab dengan santun sesuai semampu kita, berikan dalilnya dan penjelasannya. Kalau tidak bisa jawab jangan maksain, Tanya ke teman yang lebih faham atau area manajernya.
3.    Gunakan gadged seperlunya, untuk koordinasi dan lain-lain. jangan main gadged sepanjang waktu ketika bertugas, karena akan menimbulkan kesan berbeda bagi orang-orang yang lewat depan booth kita.
4.    Sebar brosur sebanyak-banyaknya, karena akan menuai hasilnya dikemudian hari !
5.    Buat donatur nyaman ketika sedang berkonsultasi dengan kita. Pengalaman dulu, bahkan ada ibu-ibu yang nangis padahal cuma di doakan “Semoga Allah mensucikan harta dan memberikan keberkahan untuk ibu sekeluarga, dan apa yang ditargetkan tahun ini tercapai, Aamin”  lhaaaahh, suddenly si Ibu nangis tersedu-sedu,spontan langsung megang tangan aku (untung ibu-ibu #dalamhati). Saking terharunya! Pokoknya always do your best ya guys.
Ya kira-kira begitu beberapa hal-hal yang perlu diperhatikan ketika kita menjadi pejuang ZISWAF, menjadi seorang Fundraiser bukanlah pekerjaan yang hina, jadi jangan malu dan teruslah berkarya! Benefitnya banyak dan luar biasa. Yang tadinya kita terbata-bata, keringet dingin ngomong didepan umum, sekarang sudah biasa, yang tadinya sedikit relasi, sekarang relasi kita bertambah, yang tadinya bulan ramadhan gak ada aktivitas dan Cuma ngumpet di ketek emaknya, sekarang bermanfaat. Iya gak ? dan the most important ingatlah “Hai orang-orang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S Muhammad :7). Jadikan, pekerjaan ini sebagai ladang amal kita baik didunia maupun diakhirat. Dan tunggulah keajaiban-keajaiban luar biasa dari pekerjaan yang super mulia ini. Ganbatte !!!
With Love ,
Shellvy Lukito
(Alumni STEI SEBI Angkatan 2013)









Jadi Fundraiser Itu Asyik Jadi Fundraiser Itu Asyik Reviewed by Shellvy Lukito on 09.38.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.